Metode Active & Cooperative Learning

Metode yang memungkinka adanya pelibatan aktif anak didik. Memberi kesempatan kepada anak didik untuk bereksplorasi, memecahkan masalah, bereksperiman dan berkreasi secara individual maupun kelompok dalam kegiatan belajar sehari-hari. Anak didik dirangsang untuk aktif, kreatif, mandiri dan memiliki disiplin tinggi, tanpa ancaman dan paksaan. Anak didikpun belajar untuk menghargai pendapat orang lain dan belajar menyampaikan pendapatnya dengan baik

Pendekatan Tematik (Integrated Study)

Sistem pembelajaran yang menghubungkan satu pelajaran dengan pelajaran lain dengan penggunaan tema-tema yang dekat dengan kehidupan anak dalam bentuk sentra-sentra belajar.

Dengan pendekatan ini diharapkan waktu belajar mengajar lebih efesien , anak didik belajar dalam keadaan senang dan bahagia sehingga motivasi belajar anak didik meningkat, merangsang anak didik berpikir dan memilki pemahaman lebih dalam satu tema. Dengan situasi seperti ini. fasilitator ( guru )diharapkan terangsang untuk lebih kreatif dalam mengajar.

Secara praktisnya, pendekatan pembelajaran menggunakan metode modern yang menggabungkan sebanyak mungkin mata pelajaran dalam satuan unit tema.

Emotional Spritual Intelegense( ESI)

Cara efektif untuk mencapai prestasi belajar anak didik secara maksimal dengan membangun kecerdasan emosi dan spiritual secara bersamaan. Penemuan mutakhir ini, memungkin anak-anak bergerak dengan bebas tanpa harus kehilangan fitrah diri karena semua kerja otak, jasad dan ruh dibingkai dalam suatu kekuatan rangkuman rukun lman, rukun lslam dan keihsanan amal.

Kreatif dan dinamis dalam bingkai syariah

Sekolah yang baik penuh kehidupan yang dinamis. Karenanya, sistem sekolah ini sangat terbuka untuk berbagai metode dengan tujuan kemajuan anak didik namun tetap dalam rangka syariah lslam yang jelas.