TENTANG KAMI

MASA DEPAN adalah sesuatu yang dahsyat berbagai cara untuk menggapainya menderas menghampiri kehidupan kita, terutama anak-anak. Saking derasnya, amat sulit membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. ALHAMDULILLAH pada sebagian besar masyarakat mulai timbul gelombang kesadaran untuk mendorong anak-anaknya memasuki Institusi pendidikan yang dianggap memadai dan memuaskan rasa dahaga akan kemajuan dunia dan akhirat.

CERITA tentang banyak sekolah mengaiarkan sesuatu yang sangat jauh dari kehidupan yang mereka alami sudah sangat biasa kita dengar. Anakanak yang nota bene adalah generasi harapan kita, menjadi tidak mampu mengaitkan memahami apa yang mereka pelajari dengan pengalaman langsung. Anak-anak menjadi makhluk asing setelah mereka keluar dari sekolah yang seharusnya membekali mereka ketrampilan menjalani kegiatan sehari-hari.

Kalaulah kejadian ini terus menerus, tentulah akhimya Mengakibatan akan tumbuha anak-anak yang mempunyai keilmuan tetapi miskin kearifan dan tidak progresif kreatif.

KARENA itu keberadaan lembaga-lembaga pendidikan yang Bertanggungjawab sebagai penyelenggara proses pendidikan yang lslami dan bermutu menjadi keniscayaan dan tidak dapat ditunda lagi.

Sesungguhnya setiap umat Islam wajib mencari dan mendapat pendidikan yang berkualitas

(3)وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa ! Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran” (QS. Al-Ashr : 1-3)

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar…” (QS Ali lmron : 110) 

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah..” (QS An-Nisa : 9)

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim” (H.R. Ibnu Majah, dinilai shohih oleh Al Albani)

“Didiklah anak-anakmu karena mereka akan berada di zaman yang berbeda dengan zaman mu”

(Amirul Mu’minin Umar ibn Al Khattab)

Seiring dengan rentak perkembangan berbagai ideologi yang tidak sejalan dengan konsep lslam dan kemanusiaan ,seperti materialism, faham serba boleh, pemanjaan berlebihan dan sebagainya ujud pendidikan lslam yang syamil dan mutakammil menjadi jalan keluar yang paling ideal. Lewat pendidikan lslam yang komit dengan nilai-nilai Al-Quran dan Sunnah dipercaya dapat membentuk pribadi yang dapat mewujudkan keadilan dalam komunitas manusia dan pendayagunaan potensi alam.

Ketetapan Negara tentang Pendidikan

” Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan”

(Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1)