APA KATA MEREKA SOAL SAHABAT ALAM

“Konsentrasi mereka tidak datang dari ketakutan atau kedisiplinan yang dipaksakan, tapi dari kesadaran. Itu sangat terlihat dari sorot mata mereka yang berbinar-binar, dari tertawa mereka yang lepas setiap kali saya melempar guyonan, dari tangan-tangan yang terangkat antusias untuk menjawab pertanyaan yang saya lontarkan.

Bahkan sejumlah murid dengan kebutuhan khusus aktif mengerjakan tugas dan dengan berani menunjuk tangan, minta agar tulisan mereka dibacakan. Meski tulisan itu tak sempurna, tak ada yang menertawakan. Teman-teman mereka bahkan memberi tepuk tangan paling meriah hari itu.”

Qaris Tajuddin

Penulis dan Redaktur, TEMPO

“Saya kagum karena pengonsep belajar di alam ini berani mengaplikasikan konsep belajar di alam terbuka ini di tengah-tengah kondisi alam kita yang habis digerus oleh orang-orang rakus, sehingga kekaguman saya menjadi harapan agar kelak lulusan Sahabat Alam menjadi orang-orang hebat di bidang apapun dan sanggup mencintai dan menjaga kelestarian alam ini.”

Boim Lebon

Penulis dan Produser Acara TV

Dalam usianya yang relatif masih muda SDIT Sahabat Alam telah dpt membuktikan kinerja yang baik. Dedikasi dan semangat yg tinggi Kepala sekolah & guru-guru didukung dgn pelatihan-pelatihan rutin yg dilakukan dlm rangka meningkatkan kualitas & profesionalisme dgn sarana-sarana alternatif yg ramah lingkungan, aman & murah, merupakan terobosan yg patut diacungi jempol. Hasilnya siswa-siswa dapat menikmati pembelajaran dgn tenang & senang tanpa tekanan & paksaan. Sukses selalu

K.H. Amanto Surya Langka, Lc.

Sekretaris, MUI Kota Palangkaraya

Indonesia merindui anak-anak yang mengarungi samudra ilmu dengan penuh kegembiraan. Belajar bukan karena terpaksa sebagai beban kurikulum dan target pencapaian nilai. Antusiasme mereka karena dahaga pengembaraan akal yang akan melahirkan jiwa pembelajar sejati. Jiwa pembelajar yang berbuah karya yang berkah untuk bangsa. Semoga lebih banyak lagi sekolah yang menumbuhkan anak-anak seperti Sekolah Sahabat Alam mmelakukannya.

Ida Nur Laila

Penulis dan Konselor Keluarga & Pendidikan Anak Jogja Family Center